How Life Has Been Treating Me

Sekitar beberapa minggu yang lalu, saya tidak sengaja mengecek kembali, link apa sih yang saya tautkan ke profil Instagram saya? Setelah saya cek, ternyata saya menautkan link blog ini. Saya ingat sekali sekitar 6 tahun lalu saya memutuskan untuk memulai ulang blog saya dari yang sebelumnya menggunakan wordpress, kali ini saya putuskan untuk memakai blogspot. 

Tadinya saya ingin lebih rajin menulis, melakukan review mengenai berbagai hal yang saya lakukan dalam hidup: buku-buku bacaan, manhwa yang saya baca, makanan yang saya kunjungi, dan berbagai hal lainnya. Namun ternyata rasa malas mengalahkan segalanya. Hehe. 

Ditambah lagi, gempuran hal-hal dalam hidup dan pergantian trend dari tulisan ke video kemudian ke AI, rasanya saya kehilangan motivasi untuk menulis. Dulu ketika SMP ke SMA, rasanya menulis adalah satu-satunya hal yang dapat membuat saya bahagia dan menjadi aktivitas kesukaan saya. Setelah saya memulai S1, membaca dan menulis malah membuat saya muak. Hari-hari diisi dengan baca jurnal, baca materi-materi kuliah, dan nulis seabrek papers. Kalau diingat lagi, saya benar-benar gak yakin gimana caranya ya saya dulu bisa survive mengerjakan 3 paper dalam seminggu. Salah saya juga sih suka sok-sokan proyek Roro Jonggrang ketika mengerjakan paper. Hehehe. Tapi tetep, heran banget dulu gimana caranya ya saya bisa selesai selesai aja? 

Intinya, karena saya mengaitkan bahwa membaca dan menulis itu erat kaitannya dengan paper, tugas, serta nilai-nilai dosen, saya jadi gak antusias lagi dalam membaca ataupun menulis. Selama 6 tahun ini, tentu saja ada masa-masa saya tarik ulur ingin menulis kembali. Kalau membaca sih, saya usahakan baca buku ringan supaya gak mati-mati amat ini otak ditengah gempuran AI. 

Akhirnya keinginan itu menjadi sesuatu hari ini. Ntah apa yang membuat saya akhirnya memberanikan diri untuk memulai lagi membuat draft di halaman kosong ini. Mungkin karena saya sedang muak banget dengan AI? Mungkin karena sedang jenuh karena aktivitas baca dan menulis saya semuanya terkait dengan pekerjaan? Atau mungkin karena sekali lagi, saya sedang dalam tahap kehidupan yang.... ah sudahlah? 

Selama 6 tahun ini, sudah ada begitu banyak perubahan dalam hidup saya. Ketika saya melakukan migrasi blog dari wordpress ke blogspot, saya masih di awal 20-an. Dalam kedipan mata, saya sekarang malah sudah berada di akhir 20-an. Kalau di Indonesia sih udah dianggap kayak mau expired. Keputusan-keputusan yang dulu dipikiran tuh "Duh, bukan saatnya!" sekarang sudah jadi pikiran sehari-hari. Keinginan-keinginan yang dulu rasanya "Ah, ribet!" sekarang malah saya anggap "Pengen, deh! Pokoknya gak mau tau, aku mau itu! Harus!" alias, saya jadi makin idealis terhadap hal-hal tertentu. 

Rasanya aneh sekali ketika dulu kehidupan sehari-hari hanya diisi dengan belajar, hangout dengan teman, les, dan mungkin dibumbui debat denagn orangtua. Eh sekarang, hari-hari saya diisi dengan beres beres rumah (gilaaaa, ini kegiatan yang rasanya gak pernah ada ujungnya!!!) , masak, tidur, bangun, kerja, tidur, bangun, kerja lagi. 

Ada hari-hari dimana saya rasanya ingin nangis aja karena rasanya kesepian sekali. Tapi ada hari-hari dimana saya melamun dan tersadar, bahwa saya sangat beruntung sudah berada di titik yang sekarang. Bahwa apa yang saya lakukan sekarang (gak perduli seberapa bosan atau stressnya), adalah jawaban dari Allah atas doa dan impian saya dulu ketika masih sekolah. 

Mungkin itu kali ya kenapa saya sekarang gak bisa menuliskan cerita fiksi yang rasanya dulu mudah sekali saya tulis? Karena dulu ketika menulis cerita fiksi itu, saya belum melihat dunia. Saya belum merasakan apa yang saya tulis atau impikan. Sekarang, ketika saya berada di penghujung umur 20 ini, saya sudah melalui patah hati, pacaran yang gak mulus, konflik keluarga, realita hubungan, realitas kerja, realitas hidup sendirian di negara orang, realitas pertemanan, dan tentu sajaaa: realita mencari duit sendiri!!! 

Ternyata hidup ya gak seromantis itu... Mungkin karena ini kali ya jadi saya gak bisa menulis kembali cerita fiksi? Tapi pengen banget mulai nulis kembali hmmm. Mungkin dicoba aja kali ya? Hahaha. Serius deh, dulu nulis fiksi itu kayak mikirnya cuma satu: 

"Cinta itu manisss, heartbreaknya sedih tapi ya lu itu emang cara lu buat berkembang!" 

Hahaha, sialan. Harusnya saya tabok aja saya yang berusia dibawah 18 tahun itu terus saya bisikkin "Goblok, pacaran itu bisa bikin sakit jiwa yang beneran sakit jiwa, cok!". Berkembang gak, sakit mental iya. 

Anyway! I'm so happy that I can write this short post again! Mungkin next time I will comeback with my other rant? Saya sekarang lagi seneng banget look back ke 6 tahun lalu dan membandingkan ke yang sekarang. I will say this is my way to let myself know: you can do this. Apapun itu walaupun batas waras dan gak warasnya sudah sangat tipis. Hehe. See you in my next rant, perhaps? 



Sekarang karena lagi di tahap suka banding-bandingin, kadang kaget banget pas liburan kok vibenya mirip di Indonesia ya? 



Komentar